So long and goodbye…
I don’t have anything to give you, missing you
I can’t even tell you warm words, i missing you
- Only Tears
Orang datang dan pergi, iya itu saya mengerti.
Tapi berapa juta kalipun orang pergi dari kehidupan saya, saya tidak pernah siap menghadapinya.
Seperti baru-baru ini, dua teman saya akhirnya memutuskan untuk pindah mengejar mimpinya di tempat baru.
Sedih? Jelas. Tapi yang bikin saya lebih sedih, kenyataan bahwa saya gak bisa ngomong apa-apa ketika mereka pergi.
Yah, kalaupun saya bisa bicara sesuatu, memang tidak akan mengubah kenyataan bahwa mereka akan pergi. Namun paling tidak, saya ingin berusaha menyampaikan perasaan saya selama ini.
But afterall, words aren’t my strong suit.
Saya hanya bisa mengucapkan kata perpisahan dan sekedar pelukan ringan.
Padahal banyak yang ingin saya sampaikan, banyak yang ingin saya bicarakan, tapi mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan..
Satu tahun lebih jelas bukan waktu yang sebentar. Apalagi dihabiskan dengan hampir tiap hari bertemu, selama 9 jam lebih setiap harinya. Saya hanya ingin bilang, bahwa di balik sikap saya yang terlihat cuek saya sangat kehilangan kalian.
Gak akan ada lagi orang yang pundaknya saya jadikan sandaran. Gak ada lagi teman bicara bertukar pikiran. Tentu ada orang lain, tapi gak ada kamu, gak ada kalian, gak ada lagi kita, rasanya tentu berbeda.
Iya saya tahu kalian gak pergi ke tempat jauh, bahwa perpisahan ini hanyalah ‘perpisahan kecil’. Tapi tetap saya gak siap sewaktu kalian bilang kalian mau pergi.
Sekuat apapun saya bilang kepada diri saya sendiri, bahwa ini adalah pilihan tiap orang, bahwa ini adalah keputusan yang terbaik bagi kalian, saya masih gak siap.
Sebanyak apapun cerita dan alasan yang saya dengar, saya masih berharap kalau kepergian kalian baru sekedar rencana. Baru sekedar wacana.
Meski dalam hati saya tahu, gak akan ada yang berubah.
Jadi, apalah yang bisa saya lakukan kecuali mengantarkan kepergian kalian? Disertai ucapan ‘semoga sukses’ dan ‘terima kasih atas segalanya selama ini’.
Semoga semua rasa ini sampai.
So, this is all from me to you..
Last but not least..So long and goodbye my friends :)
Kenapa kita harus mikirin pendapat orang lain saat bertindak atau melakukan sesuatu?
Karena inilah dunia.
Lo akan selalu dan selalu dinilai sama orang, inilah dunia dimana lo hidup sebagai makhluk sosial dimana semua orang rasanya jadi punya andil dalam kehidupan lo meskipun sebenarnya mereka gak berhak untuk itu.
I don’t wish to reject you, but I just know that
No matter how close we are, I know that I can’t love you anymore
Padahal sih keliatannya kecil, tapi kenyang juga ya makan kue-kue ini. hahaha
Canella’s Red Velvet and Rainbow Cake.
Nggak seenak pertama kali nyoba, tapi porsinya cukup bikin begah.
Why did you write in the first place? Oh whatever, you can’t barely remember. All you know is somehow, inside your drawer, those diary stacked up since god knows when.
Then the thoughts suddenly came up: It’s because you can’t talk.
You always love to talk to other people. Or just listening to them. You could spend hours talking, on the phone or directly.
But then, seomehow along the way, you don’t have anyone to talk to anymore. They’re gone. Your voice’s gone. When and how you don’t really know. You just knew they’re gone. And nothing came to replace it.
How am i supposed to speak my mind? The thought of it scared the shit out of you. You know you must find a way, or else, you could go crazy.
That’s when you decided to start writing. To save your life. To keep the level of sanity inside your head. You write and write. Without knowing what did you write.
You just keep writing because you have no one to talk to.
——-
You don’t need to talk, actually. All you need is a feedback, response. To know that other people knew you’re still exist in this horrible little world.
Writing could give you feedbacks and responses too, but it could be manipulated. And no matter how great those words, it feels cold on you.
You couldn’t describe how much you want to hear other people’s voices again. And of course, your voice. You missed it too.
Now how you’re supposed to talk? Nobody’s to talk to, and on top of that, you don’t have your voice.
——-
Guess it’s time for you to drift away. To the so called dream land. Maybe you could find your voice there, and maybe, just maybe, someone to talk to.
If being an insider felt just like being an outsider, then an outsider i shall be.
God gives you brain so you can use it alongside with your heart. That’s why when you do something, you should have thought about it before you did it.



